TIPS LOLOS NASKAH KARYA TULIS INOBEL DARI PLAGIARISME DAN SOFTWARE ANTI PLAGIARISME


Salah satu syarat penting dalam mengikuti kegiatan Perlombaan Inovasi Pembelajaran (INOBEL) dan Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Subdit Kesejahteraan. Penghargaan, dan Perlindungan (KESHARLINDUNG) baik Dikdas maupun Dikmen Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar Dirjen GTK Kemendikbud adalah LOLOS nya naskah Karya Tulis INOBEL atau Seminar Nasional dari PLAGIARISME atau disebut dengan Tahap Penilaian Plagiarisme.
Khusus untuk Lomba INOBEL syarat lolos Plagiarisme adalah syarat untuk Lolos Tahap 3, yaitu Tahap Workshop Perlombaan INOBEL selain Karya Inovasi itu sendiri.

Apa itu Plagiarisme?

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia  istilah plagiarisme atau sering disebut plagiat adalah penjiplakan yang melanggar hak cipta.

Sedangkan Permindiknas No. 17 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi menyebutkan plagiat sebagai perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh angka kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagaian atau seluruh karya dan/atau karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai.

Plagiat  adalah perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan/atau karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai;
Plagiator adalah orang perseorang atau kelompok orang pelaku plagiat, masing-masing bertindak untuk diri sendiri, untuk kelompok dan atas nama suatu badan;
Pencegahan plagiat adalah tindakan preventif yang dilakukan oleh pimpinan perguruan tinggi yang bertujuan agar tidak terjadi plagiat di lingkungan perguruan tingginya;
Penanggulangan plagiat adalah tindakan represif yang dilakukan oleh pimpinan perguruan tinggi dengan menjatuhkan sanksi kepada plagiator di lingkungan perguruan tingginya yang bertujuan mengembalikan kredibilitas akademik perguruan tinggi yang bersangkutan;
Jadi plagiarisme itu adalah penjiplakan hak cipa seseorang, baik berupa tulisan atau sebuah karya yang melanggar Hak Cipta.

Bagaimana agar Naskah Karya Tulis kita terhindar dari Plagiarisme?

Mengambil sebuah cuplikan baik beripa kalimat atau paragraf dari sumber lain tentunya dibolehkan, akan tetapi ada aturannya dalam mengambil cuplikan dari tulisan orang lain, sehingga tulisan itu tidak termasuk plagiat (plagiarisme).
Sebelumnya mari kenali dulu tulisan yang termasuk PLAGIARISME
1.  Mengutip katakata atau kalimat orang lain tanpa menggunakan tanda kutip dan tanpa menyebutkan identitas sumbernya.
2.    Menggunakan gagasan, pandangan atau teori orang lain tanpa menyebutkan identitas sumbernya.
3.    Menggunakan fakta (data, informasi) milik orang lain tanpa menyebutkan identitas sumbernya.
4.    Mengakui tulisan orang lain sebagai tulisan sendiri.
5.  Melakukan parafrase (mengubah kalimat orang lain ke dalam susunan kalimat sendiri tanpa mengubah idenya) tanpa menyebutkan identitas sumbernya.
6.   Menyerahkan suatu karya ilmiah yang dihasilkan dan/atau telah dipublikasikan oleh pihak lain seolaholah sebagai karya sendiri.  (Istiana & Purwoko dalam Tarma Sae, 2017)

Berdasarkan jenis-jenis tulisan yang termasuk PLAGIARISEM di atas, maka agar karya naskah tidak termasuk PLAGIARISME:

1.  Pakailah tanda kutip dua (“ ...”) jika mengutip kata-kata atau kalimat orang lain yang langsung dari sumbernya. Dan sebutkan siapa sumbernya dan tahun berapa publikasi tulisannya. Misal : Menurut Jhon (2018: 21) “ .......”
2.    Pakailah tanda kutip satu (‘) jika mengutip kata-kata atau kalimat orang lain bukan dari sumbernya langsung. Misal : Menurut Jhon (2010) dalam Ronald (2018) ‘......’
3.    Menyebutkan identitas sumber dengan mencantumkan nama, tahun, serta halaman jika mengutip dari buku.
4.   Jika tulisan yang dikutip tidak menggunakan tanda petik (”..”) atau (‘...’) tulisan yang dikutip harus ditulis dengan mengubah parafrase sekaligus ide dari poko tulisan itu, tetapi sumber wajib di sebutkan.


Ada lebih baiknya Bapak/Ibu guru yang hebat-hebat sebelum mengirimkan karya ilmiah untuk menguji sendiri PLAGIARISME nya dengan menggunakan APLIKASI ANTI PLAGIARISME. Di bawah ada beberapa Contoh SOFTWARE ANTI PLAGIARISME:


APLIKASI di atas dapat Bapak/Ibu coba untuk mengecek karya tulis Bapak/Ibu berapakah plagiarisme nya. Untuk lolos ke Tahap Workshop¸karya tulis Bapak/Ibu plagiarisme nya harus ≤40%. Dan untuk calon juara 1, 2, 3 plagiarisme karya tulis nya  20%.

APLIKASI ANTI PLAGIARISME di atas lumayan sulit untuk kita dapatkan, bahkan ada beberapa yang harus bayar. Ada sebuah APLIKASI ANTI PLAGIARISME yang mudah dan gratis yang bisa Bapak/Ibu Coba dalam mengecek Karya Bapak/Ibu sebelum dikirim untuk ditilai oleh Juri INOBEL, yaitu APLIKASI SMALL SEATOLL.

Di bawah ini adalah Panduan Penggunaan APLIKASI ANTI PLAGIARISME dari  SMALL SMALL SEATOLL.

Demikian Bapak/Ibu yang saya bisa bagikan cara-cara Naskah Karya Tulis kita tidak terkena PLAGIARISME, semoga bermanfa’at.

By; Foedin_Thea

Post a Comment

[blogger][pacebook][disqus]

MKRdezign

{facebook#http://facebook.com} {twiter#http://twiter.com} {google#http://google.com} {pinterest#http://pinterest.com} {youtube#http://youtube.com}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget